Wa 081218197747 Situasi Aborsi Di Indonesia

Situasi Aborsi Di Indobesia

Aborsi harus dilakukan jika harus menyelamatkan nyawa perempuan, Karena ada kasus fetus yang tidak mampu berkembang dengan semestinya karena jika perkembangan tidak baik akan membahayakan nyawa seorang perempuan, perempuan memilih untuk aborsi karena beberapa kasus mulai dari pemerkosaan hubungan gelap dan pergaulan bebas meskipun demikian perempuan ingin melakukan aborsi tentu tidakm mulus karena ada tim medis juga melihat beberapa faktor antara lain masalah personal dan ketidak tahuan hukum dan akan ketakutan mendapatkan stigma dari masyarakat yang menilai buruk karena berbuat aborsi dan ketidaktahuan anda untuk aborsi bisa berujung yang membahayakan bagi nyawa perempuan untuk itu bagi anda para perempuan dihimbau agar tidak melakukan aborsi sembarngan dan konsultasikan kepada ahlinya agar tidak membayakan bagi kesehatan anda.

KUHP di Indonesia diberlakukan pada 1918 oleh Pemerintah Kolonial Belanda dengan mengadopsi pembatasan aborsi. Pasal 348 menyebutkan setiap orang yang melakukan aborsi bisa dipenjara selama lima setengah tahun. Dalam Pasal 346 tertulis bahwa perempuan yang melakukan aborsi dengan sengaja terancam penjara paling lama empat tahun.

Disamping itu para dokter, bidan dan ahli farmasi atau klinik yang melayani praktek aborsi akan mendapatkan sangsi yang lebih berat termasuk akan dicabutnya isin praktek klinik dan profesi abatan akan terancam di pecat dengan cara tidak hormat, walaupun secara KUHP tidak dikecualikan aborsi tetapin pada tahun 1970 dari rapat para IDI ( ikatan dokter indonesia ) bahwa kesepakatan pemahaman dari profesi medis berdasarkan dari hakim agung kepada pengadilan tinggi aborsi dapat dilakukan dengan tujuan untuk menyelamatkan nyawa perempuan atau kesehatan perempuan meskipun demikian perubahan hukum aborsi tidak terjadi hingga tahun 1992 ketika pengesahan UU kesehatan NO 23 TAHUN 1992 yang memuat tentang pengecualian tindakan aborsi.

Obat cytotec asli :   Wa 081218197747 UU Kesehatan Pengecualian Aborsi

Dari keputusan tersebut undang undang kesehatan menyebutkan ” Dalam keadaan darurat sebagai upaya menyelamatkan ibu hamil dan janinnya, Dapat dilakukan tindakan medis tertentu” Dalam hal itu aborsi harus dilakukan dengan bertujuan untuk menyelamatkan nyawa bagi ibu hamil dan dibawah naungan oleh para ahli serta mendapatkan persetujuan oleh beberapa piak diantaranya suami dan kerbata atau keluarganya dalam hal ini tenaga medis atau tenaga ahli harus mendapatkan obstetrician/gynaecologis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *

Mau Order? WhatsApp Sekarang